A Life Lesson

Kemarin di timeline twitter saya ramai membicarakan sebuah blogpost seorang ibu yang baru kehilangan anak pertama & satu-satunya yang baru berumur 18bulan karena Bronchopneumonia akutHanya dalam tempo semalam saja sempat di rawat di RS, anaknya berpulang. Inalillahi Wa Inna Ilaihi Roji’un, sedihnya membaca setiap kata-kata yang sang ibu ceritakan, hati saya ikut teriris rasanya, nggak bisa membayangkan sekian lama mengandung, membesarkan, lalu kehilangan buah hati tercinta begitu cepatnya. Saya juga sempat mention si ibu langsung dan mengucapkan bela sungkawa, dan dia berharap semoga kisah sedihnya memberi banyak hikmah buat semua orang tua. Sang ibu nampak tegar sekali. Semoga mereka diberi kelapangan dada atas musibah ini, belum tentu saya bisa setegar itu.

Dan tentu saja mendadak dokter anak di twitter hari itu kebanjiran pertanyaan serupa, “apa itu Pneumonia?”, “apa saja penyebabnya?”, “bagaimana kenali gejalanya?”, dan seterusnya.

Saya pun berusaha mencari tahu lebih jauh tentang penyakit mematikan ini, berikut link chirpstory beberapa dokter tentang Pneumonia:


“Pneumonia can be prevented with vaccines. Following good hygiene practices can also help prevent respiratory infections. This includes washing your hands regularly, cleaning hard surfaces that are touched often (like doorknobs and countertops), and coughing or sneezing into a tissue or into your elbow or sleeve. You can also reduce your risk of getting pneumonia by limiting exposure to cigarette smoke and treating and preventing conditions like diabetes and HIV/AIDS.

In the U.S., there are several vaccines that prevent infection by bacteria or viruses that may cause pneumonia. These vaccines include:

  • Pneumococcal,
  • Haemophilus influenzae type b (Hib),
  • Pertussis (whooping cough),
  • Varicella (chickenpox),
  • Measles, and
  • Influenza (flu) vaccine.” 

Diantara list vaksin diatas memang sih harga vaksin PCV (atau juga dikenal dengan IPD) ini yang paling nggak murah, sekitar 700rb sampai 1 juta sekali vaksin, dan belum termasuk jasa dokter. Tapi sekali lagi, mengingat cukup berbahayanya penyakit ini (Indonesia menduduki peringkat ke 6 di dunia dengan jumlah kasus Pneumonia terbanyak) rasanya saya nggak mau ambil resiko dengan tidak berusaha melindungi mereka… *tebok celengan ayam*

Jadi, yuk vaksinasi!
Advertisements

2 thoughts on “A Life Lesson

  1. sedih banget deh bacanya 😦 saya yang belum punya baby aja kebayang sedihnya… anak yang diarep2… tapi bener banget sih ya, semoga memang ada hikmahnya seperti kata sang ibu, jadi pembelajaran buat yang lain dan pahala buat beliau… Amien…

    Buat kesehatan, memang mahal… tapi kalau udah ga sehat, lebih mahal! lagipula demi anak… semoga semua orang tua well aware soal segala macam vaksinasi 🙂

    • iyaa sampek mewek bacanya, sedih bgt 😦 makin sedih sekarang ini lagi gencar-gencarnya kampanye anti vaksin.

      semoga kejadian ini jadi pembelajaran kita semua untuk semakin perbaiki pola hidup lebih sehat ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s