Mengingat Mati

Betapa makin sering mendengar berita duka akhir-akhir ini. Pengingat bagi diri atas usia yang hanya jadi rahasia & milik sang illahi.

Kadang kita terlalu asyik mengejar dunia, hingga lupa bahwa makna hidup yang sebenarnya justru dimulai setelah kita tiada. Pertanggung jawaban atas segala amal perbuatan kita di dunia.

Sudah cukupkah bekal kita saat ditemui sang malaikat maut nanti?

Sesungguhnya kita semua sedang berbaris menunggu giliran. Tak peduli siap atau tidak. Karena setiap jiwa yang bernyawa pasti akan mati.

……..

*nangis*

Semoga saat kita ‘dipanggil’ kelak dalam keadaan khusnul khotimah dan ditempatkan ke dalam golongan orang-orang yang beriman.

Aamiin aamiin Ya Rabbal’alamin.

Advertisements

6 thoughts on “Mengingat Mati

  1. Aamiin yra…
    Setiap habis sholat salah satu doa yg selalu saya panjatkan adalah bila kelak dipanggil oleh-Nya dalam keadaan khusnul khotimah…

    Mbakkk…aku ikut nangis saat liat di tv umi pipik nangis….sediiih banget…. 😥

  2. Amin amin allahumma amin!
    Semalam sebelum Uje meninggal itu papanya temenku meninggal.. yang katanya udah membaik tiba-tiba dinyatakan meninggal.. Dan terus subuh tiba2 ada kabar Uje.. Semoga jadi self reminder buat kita ya

    • Makanya merinding beberapa hari ini banyak denger berita duka Dhir, sebelumnya istri temenku yang baru 4bln nikah jg mendadak kejang2 subuh2 dan tau2 gak ada. Mungkin Allah ingin kita selalu sadar bahwa hidup mati cuma beda satu tarikan nafas 😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s