Kaset Pertama

Terinspirasi postingannya Ira tentang seleb teridola, jadi deh coba inget-inget kapan pertama kali ngefans sama artis. Penyanyi tepatnya yah, karena jaman 90an dulu masanya sinetron baru happening banget, tapi saya kurang hobi nonton selain serial Star Trek, Knight Rider sama McGyver jadi ya gak bakalan hapal deh kalo disuruh nyebutin artis pemain sinetron “Tersanjung”. Sungguh. Hihihi.

Sebenernya sejak jaman belum ngerti bener bahasa inggris pun udah suka sama penyanyi barat yang heits pada jamannya, macam Mariah Carey, Whitney Houston, Celine Dion, Bon Jovi, Rick Price, White Lion, The Corrs, Shania Twain, bahkan Ace Of Base…. *laah kok banyak?*

Tapi dari sekian banyak lagu yang saya suka diatas nggak ada yang bikin saya tergerak beli kaset *jadul kan masih kaset yah, yang kalo pitanya kusut musti diuntir pensil itu lohh*, karena ngerasa sayang uang jajannya yang waktu itu gak sampe seribu lima ratus sehari lagipula masih bisa dinyanyiin sendiri dengan noraknya di mana-mana bermodal buku khusus lirik lagu ala tulisan sendiri *pede jaya*
Jadi mari kita fokeuskan inti postingan ini pada penyanyi Indonesia aja ya pemirsa. Tepatnya penyanyi perempuan yang saya kagumi banget bahkan sampai sekarang.

image

Dipinjem dari tembangkenangan.web.id

Tersebutlah suatu hari liat di TV liat klip musiknya Rossa ini yang berlatar cerita cewek-cowok liat-liatan dan saling suka di latihan bisbol, dan sukaaa bener sama lagunya sampe selalu nungguin klipnya di putar juga berulang-ulang nyanyi sendiri tentunya. Dan ternyata lagu dia pula lah yang menggerakkan hati buat beli kasetnya sepulang sekolah kumplit masih berseragam putih biru yang waktu itu (kalo nggak salah) harganya 7000 rupiah. Ya meski ternyata dalam satu kaset itu yang saya bener-bener suka ya cuma Nada Nada Cinta itu tadi 😀

Umur cuma selisih 2 tahun loh tapi udah sukses jadi penyanyi top *at least begitu gambaran lugu saya dulu, kalo mau sukses dan banyak duit ya jadi penyanyi hihi*
Dan tambah salutnya lagi Teh Rossa ini selain suaranya bagus banget, doi ternyata selalu juara kelas aja dong di sekolahnya di Sumedang sana. Dan makin kesini karirnya makin bagus kan ya, tapi ternyata dia tetap menomorsatukan pendidikan. Sibuk nyanyi sana sini tapi bisa nyelesain kuliahnya di FISIP UI. Kereeenn 🙂

Jadi selalu berharap deh semoga anak-anak gadis ini kelak tetap giat menuntut ilmu (melebihi pendidikan ayah bundanya), meski nantinya either mau bekerja meniti karier atau mendampingi suami dan membimbing anak-anak di rumah. Iyaa saya bertekad mau membebaskan dan menghormati apapun pilihan mereka. Selama bertanggung jawab lho yah *bikin tanda suwer*
Dan semoga ilmunya selain bisa bermanfaat buat sendiri serta anak-anak mereka kelak, juga buat lingkungan sekitar tentunya. Mudah-mudahan.
*iiihh ini kok jadi melenceng jauh amat ya?* 😀

Entah deh barang penanda pertama kali saya menginjak toko kaset itu bersama kaset-kaset berikutnya yang saya beli ada di mana, seru juga kan kalo bisa dengerin lagi sambil nostalgia, heuheu.

*walkman… mana walkman?*

Advertisements

2 thoughts on “Kaset Pertama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s