Keliling kota dengan Bus City Tour Jakarta

Sebenernya udah agak lama juga sih tau soal #mpoksiti ini, panggilan sayang untuk bus bertingkat gratis yang sengaja disediakan pemprov DKI sejak awal tahun 2014 sebagai moda transportasi wisatawan keliling Jakarta. Tapi baru minggu lalu akhirnya kesampaian juga keliling naik bus tingkat yang lagi happening ini, setelah hari Minggu sebelumnya terpaksa mundur teratur karena bus nya selalu penuh dan antrian di tiap halte udah macam mau antri pembagian sembako gratis. Jadilah hari itu sempat manyun (sambil diapdet di Path pula) karena udah excited banget mau ajak anak-anak naik bus tingkat, eh nggak kesampaian.

Tapi ternyata ada hikmahnya juga pamer ngeluh di sosmed, nggak lama langsung disamber sama mak Sally Fauzi dan Uwi, trus janjian Rabu nya (24/12/14) play date naik city tour bareng deh.

Janjian kumpul jam 11 siang di McD Sarinah, sebenernya agak-agak jiper juga perdana sendirian bawa krucils naik angkutan umum jarak jauh. Bermodal bismillah dan nekat (demi bisa eksis naik bus tingkat), jam 8 pagi lebih sedikit saya dan duo A berangkat.

Alhamdulillah selama perjalanan anak2 kooperatif sekali, meski saya sempat kejauhan naik busway sampai Harmoni 😂😂 kalo dipikir lagi kenapa waktu naik APTB dari Ciputat nggak saya terusin aja yaa sampai Blok M, malah setuju sama saran mas kenek nya untuk nyambung TJ dari Pondok Pinang lalu transit Harmoni baru naik TJ lagi ke Sarinah. Iya sih nggak bayar lagi, tapi ternyata transjakarta di Harmoni itu antrinyaaa.. Kapok deh! Akhirnya daripada lama nunggu, kami naik APTB lagi aja dari Harmoni ke Sarinah hihi. Niat mau irit malah jadi muter-muter πŸ˜€ yaaah.. Sudahlah.

image

Sampai di McD langsung pesan makan karena anak-anak udah kelaparan, nggak lama akhirnya mak Sally bareng duo F nya datang juga. Selesai makan kita coba antri si #mpoksiti ternyata itu bus terakhir sebelum break makan siang, dan baru ada lagi jam 2 siang. Akhirnya kita masuk lagi ke McD deh, biar nggak bosen nunggu lama anak-anak numpang main di playground. Sayangnya karna ada keperluan lain, Uwi batal gabung hari itu.

Sekitar jam setengah 2 kami balik ke halte depan Sarinah, sampai akhirnya sejam lebih kemudian *elus elus betis* bus nya datang dan alhamdulillah nya kita dapat tempat duduk! πŸ˜€ Agak-agak takjub mengingat antrian di halte city tour itu masih berantakan dan sayangnya belum ada sistem antrian yang jelas.

image

image

Ada 9 halte yang dilewati bus ini, yaitu Sarinah, Bunderan HI, Museum Nasional, Pecenongan, Pasar Baru, Istiqlal, Monas 1 (Seberang Istana Merdeka), Monas 2 (seberang gedung Indosat), dan Balai Kota.

Karena di bus yang sementara baru ada 5 armada ini nggak boleh ada yang berdiri dan kapasitasnya terbatas jadi pantes aja kalo antriannya panjang, jumlah yang boleh naik tergantung dari jumlah kursi yang kosong. Total kapasitas bus ini 60 kursi, terdiri dari 18 kursi di lantai bawah dan 42 di lantai atas.

Pertama naik saya dapat di kursi bawah itu pun cuma satu kursi, alhasil dua anak dipangku hihi. Tapi untungnya, di tengah perjalanan ada aja orang yang turun di halte-halte city tour jadi kami bisa leluasa pindah tempat duduk ke lantai atas.

image

Sepanjang perjalanan Sarinah – Bunderan HI – Bank Indonesia – Monas – Museum Gajah – Pecenongan – Istiqlal – Balai Kota – Sarinah selain penumpang bisa foto-foto di dalam bus dengan pemandangan kota Jakarta, pengetahuan kita juga bertambah karena ada pemandu yang dengan fasih menjelaskan sejarah gedung-gedung yang kita lewati. Anak-anak senang banget dan kalo nggak inget hari semakin sore (dan lalin yang semakin padat karna bertepatan dengan misa natal) rasanya pingin lanjut 2 putaran deh, hihi.

image

Sekedar tips bagi yang ingin wisata keliling naik bus city tour ini:
– Sebaiknya naik dari halte Sarinah, karena meski banyak yang naik dari sini tapi juga banyak yang turun jadi kemungkinan dapat kursi lebih besar
– Bus ini beroperasi Senin-Sabtu jam 09.00 – 19.00. Sedangkan Minggu jam 12.00 – 19.00. Hindari weekend dan jam ramai yaitu siang dan sore hari, paling ideal adalah jam 9-10 pagi. Oya perlu diingat, di akhir pekan bus ini hanya berhenti di halte tertentu aja.
– Harap sabar antri dan tertib, nggak perlu berdesakan untuk naik dan patuhi aturan oleh pemandu dan petugas bus.
– Disarankan naik dan turun di halte tempat naik semula

Semoga ke depannya budaya antri masyarakat kita lebih tertib lagi, pelayanan bus nya lebih baik dan armada nya juga ditambah supaya wisatawan juga makin nyaman.

Selamat berwisata dan enjoy Jakarta πŸ™‚

Hidden Paradise at Sentul Paradise Park

Dalam menggalakkan program wiken tanpa mal sekaligus menuntaskan rasa penasaran akan si air terjun bidadari setelah beberapa temen posting di Path *kumpetitip*, akhirnya terlaksana juga hari ini kami menyambangi Sentul Paradise Park ini.

Rute ke sana ternyata selain sangat menguji driving skill sang supir, juga ketahanan mental navigator lho! *urut urut dada gaya lebay*

Gimana nggak, jalan menuju tempat ini sungguh nggak mudah dengan kontur naik turun yang lumayan curam melewati perkampungan dan selain nggak selalu mulus, juga sempit. Waze nggak bisa jadi andalan, jadi sebaiknya rajin bertanya biar nggak nyasar ya.

Pasalnya setelah lumayan jauh menyusuri jalan setelah exit tol Sentul City kami kok nggak nemu petunjuk arah ke air terjun ini, jadilah nyaris bablas terus ke Jungleland baru tanya-tanya ibu pedagang di pinggir jalan dekat masjid, katanya kudu balik arah lalu ketemu Pos Aju Koramil terus belok kiri. Dan ternyata medannya seperti yang saya gambarin diatas tadi. *elus elus dada lagi*

Buat yang mau kesana ini rutenya yang lebih enak (karena pulangnya saya mbuntuti bis yang ternyata lewat situ hehe): kalau dari Jakarta via Tol Jagorawi keluar Exit Sentul City (Sentul Selatan) belok kiri, bundaran lurus terus, melewati Giant Express 500 meter ada percabangan jalan ambil ke kiri jalan menurun, belok kanan masuk terowongan, ikuti billboard petunjuk arah di setiap persimpangan. Waktu tempuh kurang lebih 45 menit sampai 1 jam untuk sampai di Sentul Paradise Park ini.

Masuk ke area SPP jalannya masih berkerikil dan cukup curam jadi harus extra hati-hati. Sedikit saran, mengingat jalannya yang masih belum bagus, kalau mobilnya sedan kayaknya sayang lho kalau dibawa kesini πŸ˜€

image

Mules selama perjalanan terbayar lunas begitu sampai sini

Tiket masuk perorang diatas usia 2th dikenakan 25rb (Senin-Jumat), 30rb (Sabtu & Minggu) dan 40rb (Hari Libur Nasional). Untuk turis asing tarifnya 50rb/org. Parkir mobil 10rb, sedangkan motor 5rb.

Sore tadi pas sampe sekitar jam setengah 3, cuacanya enak nggak terlalu panas. Begitu sampai parkiran, cek karcis di pintu masuk lanjut meniti anak tangga dan jalan sedikit ke bawah… Voila! kebayar deh semua rasa tegang di perjalanan tadi. Udara sejuk dan pemandangan hijau langsung menyambut kita. Nggak nyangka ada surga tersembunyi di pelosok Sentul πŸ™‚

image

Krucils yang udah excited liat kolam, langsung minta main air. Brrr.. Airnya cukup dingin juga. Agaknya kolamnya memang sengaja diperuntukkan untuk anak-anak, karena cuma sedalam 70cm. Anak-anak harus selalu dalam pengawasan orang dewasa ya, karena selain lantai agak licin tapi juga kolamnya (sayangnya) jadi satu sama yang main perahu.

image

Keliatan sekali memang tempat ini masih minim fasilitas. Entah ini disengaja atau nggak, tapi toilet & kamar ganti yang sedikit plus masih berdinding bambu bikin gak sreg ya nggak sih? Sungguh disayangkan kalau tempat wisata sebagus ini nggak diperhatikan fasilitasnya. Semoga lain waktu kami kesana lagi akses jalannya udah lebih bagus.

Tips buat yang mau liburan ke sini:

– Sebaiknya bawa bekal dari rumah, karena nggak ada tempat makan yang proper di sekitar area SPP. Rata-rata jual mie instan dan bakso. Harga yang dipatok pun jauh lebih mahal.
– Kalau nggak mau keluar extra uang sewa saung (yang dihitung per 2-3jam), lebih baik bawa tikar sendiri. Sewa tikar di sana kena 30ribu lho!
– Lebih baik datang pagi, karena makin
sore makin ramai pengunjung.
– Jangan lupa foto-fotooo! Tapi postingnya ditunda ya, karena di sana sama sekali nggak ada sinyal πŸ˜€

Cerita Lebaran

Halo semuaaa… Apa kabar? *muncul dari dalam gua*

Masih suasana Idul Fitri kan ya. Dari lubuk hati terdalam, mohon dimaafkan segala salah dan khilaf ya, Taqobbalallahu Minna wa Minkum wa Shiyamana wa Shiyamakuum.

Lebaran kemarin kemana aja?

Agenda hari pertama Idul Fitri sejak awal nikah sih biasanya silaturahmi ke Mertua sehabis shalat Ied baru siangnya ke keluarga saya. Cuma 2 tahun ini rutenya berubah karena sejak awal 2013 Mertua pindah ke Ciamis, jadi hari pertama Lebaran kami di Jakarta dulu baru besoknya mudik ke Ciamis.

Lebaran kali ini halal bihalal keluarga saya bertempat di rumah salah satu Om di daerah Serpong. Biasanya Om yang di Bekasi yang jadi tuan rumah, cuma tahun ini skip dulu karena lagi ditinggal anaknya yang lagi dapat beasiswa UI untuk short course di Belgia.

Enaknya tradisi kumpul keluarga besar kayak gini adalah semua anggota keluarga baik yang di tengah kota atau pinggiran (macam saya) kumpul di satu tempat jadi nggak repot wira wiri ke rumah masing-masing lagi kan. Lebih irit tenaga & bensin tapi juga kan lebih rame, hehe.

image

Narsis berdua, anaknya malah sibuk sendiri

Oya, selama nyaris 9 tahun menikah seinget saya baru sekali punya baju Lebaran seragaman sama suami deh, sama anak-anak malah belum pernah. Maklum saya mah anti ribet orangnya, nggak terlalu nafsu jahitin baju atau pesen khusus baju spesial untuk sekeluarga. Padahal mah jujur pengen, hahaa.. Cuma ya seringnya seketemunya yang harganya cocok aja.

Trus satu lagi, saking sibuknya silaturahmi dan makan makanan Lebaran, suka nyesel kenapa selalu kelupaan untuk nggak foto sekeluarga trus posting di semua socmed kayak keluarga masa kini. Kan lumayan buat kenang-kenangan dan pembanding berat badan dari tahun ke tahun ya πŸ˜€ *eh*

Hari kedua Lebaran, saatnya menuju kampung halaman suami di Ciamis. Jam 2.30 pagi saya dan suami kompak bangun, mandi pagi lalu langsung boyong anak-anak masuk mobil. Berharap semakin awal kita berangkat, nggak terlalu macet pula di jalan kan. Jam 5 lewat akhirnya sampai di Rest Area 147 Tol Padaleunyi, sholat subuh dan beli sarapan untuk dijalan. Ternyata keluar rest area udah macet panjang sampai exit tol. Mungkin imbas pemudik yang biasa lewat jalur pantura jadi putar haluan lewat selatan karena ada jembatan ambles. Alhamdulillah perjalanan jauh dan macet berat begitu krucils nggak ada yang cranky apalagi muntah selama perjalanan. Jam 4 sore akhirnya sampai Ciamis. Total jendral 12 jam, yang normalnya cuma separohnya πŸ˜€ *elus elus bujur*

Besoknya selain silaturahmi ke saudara-saudara suami juga sorenya sempat main-main ke alun-alun bareng Eninnya anak-anak. Setiap sore apalagi hari libur, tempat ini nyaris nggak pernah sepi dari berbagai permainan anak dan pedagang kaki lima. Tipsnya jangan datang terlalu sore apalagi malam, bisa bisa harus parkir di pinggir jalan saking penuhnya.

Begitu sampai, anak-anak langsung rikues naik becak cinta. Becak cinta ini kalo malam ramai sama lampu warna warni lho, cantik deh. Bisa pilih, keliling alun-alun digowesin abangnya dengan tarif 20 ribu atau cukup 10 ribu tapi gowes sendiri. Tentunya pilih yang pertama! Hahaa. Kita udah kapok deh sok-sokan gowes sendiri dengan alasan biar irit, setelahnya ngos-ngosan karena meski alun-alun nggak seberapa besar tapi ya tetep aja ternyata capek banget, jendral! πŸ˜€ πŸ˜€

image

Naik becak cinta, main layangan, naik delman domba

Ada satu lagi yang jadi favorit anak-anak di sana, namanya deldom alias delman domba. Yang ini khusus anak-anak aja, karena eh.. karena.. kasian mosok dia harus menanggung berat badan orang dewasa juga, emangnya nggak cukup dia menanggung beban perasaan harus jadi pengganti kuda? *krik krikk*

Sambil nungguin krucils main, nggak lupa ngemil-ngemil cantik. Beli cilok yang disiram bumbu kacang, pas bener buat cemilan sambil menikmati suasana sore di alun-alun.

Pulang dari sana, mampirlah ke salah satu kuliner terkenal di Ciamis yaitu mie gelosor di Warung Baso AGA H. Oding, sekitar 500m dari alun-alun. Kalo menurut lidah saya sih yaa, mienya mirip-mirip lah sama bihun, cuma ini selain warnanya yang kuning (dari tepung tapioka), teksturnya lebih kenyal dan agak tebal sedikit dari bihun. Katanya nih kenapa namanya mie gelosor, karena pas dimakan si mienya itu gelosor-gelosor alias licin. Hahaha.
Yang unik, pelengkapnya selain sambel bawang juga pakai acar mentimun, beuh seger! Baksonya sendiri juga termasuk kecil kecil jadi rasanya pas aja porsinya. Nggak bikin begah. Semangkuk mie baso gelosor harganya 13 ribu rupiah aja.

Kalau mau tambahan pelengkap baso ada sayap ayam dan babat juga, cuma kemarin itu saya nggak coba.

image

Diambil dari diciamis.com

Sebelum pulang, nggak lupa beli buah tangan dulu di Pusat Oleh Oleh Suka Senang, di Km 6 Jalan Raya Ciamis-Banjar. Industri rumahan yang cukup besar di Ciamis karena produknya yang enak dan bermutu baik, juga nggak mahal. Produk utamanya berbahan dasar pisang, diolah jadi keripik dan sale dengan berbagai rasa dan jenis. Sale tetap dibaca sale, bukan berarti dibaca diskon yah πŸ˜€ Mereka juga jual galendo, chocodot, seroja (yang mirip kembang goyang betawi tapi rasanya gurih) dan banyak lagi makanan khas Ciamis lainnya.

Besoknya dalam perjalanan kembali ke Jakarta (padahal ktp domisili Depok tapi kenapa lebih enak nyebut Jakarta ketimbang Depok ya?), kami mampir ke Rumah Makan Cibiuk di daerah Limbangan, Garut. Rejeki banget karena saat itu jam makan siang, dan alhamdulillah nggak penuh.

image

Asik lihat ikan sambil nunggu makanan dianter

Selain konsep ruang makan dengan meja dan kursi di depan, ada juga tempat di saung diatas kolam ikan dan bersebelahan dengan mini playground. Juga ada sentra oleh-oleh di dalamnya.

Oya di sini sambal sifatnya bukan complimentary macam di rumah makan lain, jadi harus pesan lagi. Tapi so far nggak mengecewakan kok. Makanannya enak, servicenya lumayan cepat, musholla dan toiletnya pun bersih. Krucils bahkan numpang mandi sebelum pulang.

image

Makan enak dulu setelah 7 jam perjalanan

Makan berempat dengan menu ayam bambu, tumis genjer oncom, ayam bakar, ikan bawal goreng, tahu kipas, es kelapa, teh manis dan sambal cibiuk seinget saya nggak sampai 200 ribu. Masih cukup wajar lah.

Enaknya mudik lewat jalur selatan itu memang pilihan rumah makannya banyak, tempat dan makanannya enak-enak. Next time mau coba the most recommended resto Pak Asep Stroberi ah, katanya selain tempatnya nyaman & asri banget, banyak permainan anak-anak, juga bisa belajar bikin keramik lho *kemudian berkhayal jadi Demi Moore di film Ghost*

Jadi,… Itu cerita Lebaran ku, apa ceritamu? πŸ˜‰

Taman Wisata Matahari

Haiiii… Lama yaa tak jumpa! *kibas kibas kemoceng*

Liburan sekolah kali ini pas banget sama bulan Ramadan. Tapi sebagai keluarga yang hobinya jalan-jalan, kok ya rasanya rugi amat kalo puasa malah males-malesan di rumah.
Catet: yang males-malesan itu hanya berlaku untuk anggota keluarga yang lain, bukan emaknya πŸ˜€ *curcol*

Rabu 9 Juli pas banget libur dalam rangka pilpres, kelar nyoblos langsung deh kasak kusuk berdua suami rencana mau kemana. Nyeletuk lah saya, soal keinginan main ke Puncak. Ehh (anehnya) disambut antusias sama suami. Hahaha. Salah ngomong sama orang yang lebih doyan jalan lagi dari saya.

Lalin lancar sangat di hari ini. Pamulang – Puncak makan waktu 2,5 jam saja, sodara-sodara! Mungkin faktor pilpres dan bulan puasa kali ya. Lagipula karena wikdey jadi nggak ada jam buka tutup jalur.

Jam setengah 1 siang kita sampai di Masjid Atta’awun buat shalat dzuhur. Believe it or not, seumur hidup ini pertama kali menginjakkan kaki ke the legendary mosque. Dari pelataran masjid kami nikmati udara sejuk sambil liat beberapa yang terjun payung dari riung gunung. Sungguh terpesona sama viewnya. Subhanallah.

image

Si adek salah kostum sendiri. Dingin padahal!

Selesai dari sana, sambil turun kita bingung lagi mau kemana. Mana jam buka masih lama. Hahaha. Bener-bener keluarga go show. Akhirnya sepakat turun sambil cari makan siang untuk anak-anak karena emaknya gak sempat ngebekal. Alea libur dulu puasanya karena lagi batuk. Ternyata sepanjang jalur puncak semua warung dan resto tutup dan baru buka jam 4 sore! Salut, takjub dan heran sih sebenernya, sementara di daerah lain biasanya pada buka normal dan (walaupun ditutup kain) keliatan banyak bener yang makan πŸ˜€

Akhirnya diputuskan coba sekalian ke Taman Wisata Matahari yang lokasinya nggak jauh dari Cimory resto. Kalau dari arah ciawi posisinya ada di kiri jalan. Alhamdulillah nemu resto fast food yang buka juga di dalamnya.

Jangan heran kalo banyak liat logo Matahari department store di area yang kabarnya seluas 20 hektar ini ya, karena pemilik tempat rekreasi ini adalah juga pendiri usaha Matahari Group.

Berbagai fasilitas wisata ada di sini, kayak; villa dan penginapan, kolam renang, wisata air, wisata sungai, paddle boat, mini boat, bumper boat, mobil & motor safari, ATV off road, arena bermain anak, komidi putar, dan masih banyak lagi.

Karena kemarin termasuk weekday, tiket masuk cuma Rp10,000/orang. Sedangkan weekend dan hari libur nasional dikenakan Rp15,000/orang. Anak dengan tinggi di bawah 80cm gratis. Parkir mobil sepuasnya hanya 5000.

image

Jalur masuknya sedikit menantang sih untuk mobil (apalagi yang rada gede) karena bener bener sempiiit! Pas untuk satu mobil dan kanan kiri (bahkan ditengah jalan) ada pohon dan pembatas batu. Mungkin sebenarnya harusnya buat pejalan kali kali ya, tapi kalo jalan dari parkiran ke dalam kok ya jauh banget.

Di tiket masuknya tertera udah termasuk gratis beberapa permainan kayak sepeda wisata, perahu karet, paddle boat dan sepeda air. Tapi anehnya pas kami coba naik sepeda air dibilang tiketnya nggak termasuk terusan jadi harus bayar lagi 5000 rupiah per orang. Ya demi nyenengin anak yang ngerengek pengen naik, akhirnya bayar aja deh.

image

image

image

Sayang mungkin karena puasa, banyak wahana yang nggak beroperasi. Petugas pun jarang yang keliatan. Beberapa wahana keliatan kotor dan kurang terawat, termasuk area playground yang entah kenapa nggak dilapisi matras. Jadi rentan anak luka kalo main dan jatuh ke lantai. Beberapa tempat juga masih dalam tahap renovasi/pembangunan.

Cuma untuk alternatif tempat rekreasi murah meriah bersama keluarga dan foto-foto boleh lah. Mungkin suatu hari kami balik lagi dan bisa nyoba semua wahana yang ada πŸ˜€

image

image

Taman Wisata Matahari
Jl. Raya Puncak Km77
Jogjogan Cisarua
Kota Bogor 16750
http://tamanwisatamatahari.co.id/

Kampoeng Maen Cibubur

Jadi, akhir Februari lalu *iyaa iyaaa postingan ini udah telat sebulan*, sekolah Alea ngadain acara outbond di Kampoeng Maen Cibubur. Sebenarnya pas waktu diundang rapat sama ibu-ibu komite untuk bahas tujuannya saya rada keberatan karena bulan-bulan januari februari itu kan biasanya curah hujan tinggi ya, kenapa nggak cari kegiatan dan tujuan lain yang indoor aja yaa nggak sih?
Alasannya, tahun sebelumnya sekolah sudah ke Kidzania, jadi tahun ini mau nggak mau harus yang outdoor. Biar variatif gitu. Oke lahh karena tampaknya mereka sudah mencapai mufakat sendiri yaa sebagai peserta saya pun manut aja.

Hari yang dijadwalkan (yang tadinya awal bulan diundur ke akhir bulan karena cuaca masih nggak bersahabat) pun tiba. Pagi itu sekitar jam setengah 7 pagi langsung berangkat ke Cibubur dari sekolah. Syukurlah Alea-Alika sudah sarapan di rumah sebelumnya, karena ternyata bis anak dan ortu/pendamping dipisah, jadi banyak wajah ortu yang waswas anaknya masuk angin apalagi mabuk darat karena nggak sempat sarapan. Cita cita luhur mereka nyuapin anaknya di jalan pun pupus. Akhirnya wanti wanti minta bekalnya dimakan. Yang mana rada mustahil sih buat Alea karena kalau banyak temannya begitu dia lebih senang main atau bercanda di bis hihi.

Perjalanan cukup lancar di hari Kamis itu jadi sekitar jam 8 lebih sedikit sudah sampai di arena KMC, yang ternyata ada di dalam kawasan Buperta Cibubur, tepatnya di kempi 5. Duh ngomongin Buperta bikin flashback memori karena cukup sering dimasa SMP dan SMA saya kemah di sana, mostly dalam rangka eskul PMR mulai dari pengukuhan-pelantikan sampai latihan gabungan se JakBar *tau ngga kepanjangannya apa sodara-sodaraa?*

Sampai di lokasi lalu diminta kumpul di aula, disambut sama om-om dan tante-tante fasilitator *ini dari kacamata anak-anak yah :P* yang keukeuh minta dipanggil kakak, sampai bikin games gimana cara manggil atau sahut panggilan dari mereka. Jadi kalo dibilang “halo” jawabnya musti “hai”, begitu juga sebaliknya. Lucu deh anak-anak sempet bingung jawabnya waktu kakaknya bilang “halo halo hai hai hai halo halo haloo” πŸ˜€

image

Setelah perkenalan itu kemudian lanjut menghias caping. Alea yang memang dasarnya mood-mood an nggak penuh gambarnya πŸ˜€

Gak lama kemudian hujan akhirnya reda, semua anak-anak digiring ke lapangan untuk acara ice breaking yang harusnya sebelum menghias caping tadi itu.

image

Selang beberapa menit, ndilalah gerimis lagi aja dong hihi, anak-anak diminta pake jas hujan lalu dibagi perkelas untuk mengikuti games-games ketangkasan berkelompok yang tentunya didampingi kakak-kakak fasilitator. Kayak meniti jaring, lempar masukkan bola ke lubang papan, masukkan balok ke tiang, jaring bola untuk dimasukkan ke ember air, isi ember sampai penuh dengan pakai spons basah,…
Intinya games motorik kasar lah yaa.

image

image

Acara puncaknya: tentu aja flying fox πŸ˜€
Pas sebelum gilirannya saya dengan antusiasme level pol coba kasih tau ke Alea untuk berani, dan bahwasanya meluncur di flying fox itu seru, aman bin menyenangkan. Syukurlah anaknya pun nggak pake takut dan ternyata minta lagi! Hahaa.

image

Outbond hari itu pun berakhir sudah, sekitar jam 12.30 siang kami meluncur pulang dengan cerita seru anak-anak dan oleh-oleh baju sepatu belepotan tanah semua πŸ˜€

Overall tempat ini cocok sebagai salah satu alternatif liburan outdoor dengan tujuan memupuk keberanian juga melatih sensor motorik anak, lho. Saran saya sih, jangan kesana pas musim hujan ya, becek cyinn! Dan minusnya adalah… toiletnya agak ‘ala kadarnya’ 😦 *yaa standar MCK buperta gitu lah*

Oya, macam permainan atau aktifitas di sana tergantung pilihan ‘kampoeng’ yang kita pilih, ada Kampoeng Permainan, Kampoeng Tradisional, Kampoeng Rasa, Kampoeng Karya dan Kampoeng Petualangan.

Informasi lebih lanjut bisa hubungi:
Telp. 021- 3901575 (hunting)
Fax. 021- 3909826
Email: info@kampoeng-maen.com

Atau monggo cek web mereka di sini.

Bandung (Lagi)

*lap lap blog berdebu*

Maap yah kamu udah lama banget nggak ditengokin. Alasan susah cari mood dan waktu kayaknya dijadiin kambing hitam mlulu ya. Padahal mah ngecek dan apdet social media aja sempet. Apalagi mantengin lapak ols di Instagram.

*toyor kepala sendiri*

Jadi, apa aja kabar terbaru di tahun baru?

Alhamdulillah, setelah ‘riak kecil’ kemarin, awal tahun ini ada berita baik bagi keluarga kami. Dan atas peristiwa yang cukup menguras pikiran akhir tahun lalu itu akhirnya kami (tepatnya saya merongrong suami demi diskonan voucher disdus sih) ‘menebusnya’ dengan holiday singkat dadakan ke Bandung.

Hah, Bandung lagi? Ya soalnya kalo ke yurop masih belum mampu πŸ˜€
*linting daster*

2 Januari, perjalanan Pamulang-Bandung so far cukup lancar karena orang-orang masih banyak yang liburan ya. Sampai di Hotel Grand Serela Setiabudhi atau kadang biasa juga disebut Grand Seriti hampir setengah 3 sore. Kenapa end up nginep di sini karena oh karena, pas kebetulan banget di disdus lagi ada voucher promonya setengah harga jadi nggak sampai 600rb/malam untuk kamar Deluxe nya.
*emak irit (tadinya) senang eh belakangan sering banget di emailin promo kamarnya mereka di harga segitu juga*

Pas sampai, agak kecewa deh karena kamar masih diberesin dan disaranin jalan-jalan dulu aja nanti ditelpon kalo kamarnya udah siap kurleb sejam kemudian. Akhirnya ngetem lah kami di McD Setiabudi. Sampai jam 4 lewat belum ada kabar juga dari hotel, padahal krucils udah kepengen banget mandi dan leyeh-leyeh main di kamar. Kami juga harus shalat ashar kan. Akhirnya balik aja langsung ke hotel dan itupun masih harus nunggu 10 menitan sampai akhirnya dipandu ke kamar.

Denah hotelnya cukup ngebingungin sih, dari lobby kami naik lift dulu ke lantai satu trus jalan ke arah restoran sekitar 30m di lantai 2 lalu naik lift lagi ke lantai 3. Sampai di kamar, capek dan sedikit bete sebelumnya cukup terbayarkan karena kamarnya yang luas dan nyaman. Kurangnya cuma gak bisa nitip minuman dingin di mini bar karena ternyata nggak ada, hihi. Oh, dan juga penerangan di koridor kurang terang jadi kesannya suram.

image

Deluxe room yang spacious dan cozy

Breakfast was okay. Cukup variatif lah tapi IMO rasa terbilang biasa aja. Kelar sarapan langsung berangkat ke pusat sepatu murah nan heits: Cibaduyut!

Memasuki Grutty, salah satu toko yang kabarnya terlengkap dan terbesar di kawasan itu, mata udah langsung jelalatan ke sana kemari cari sepatu & sandal untuk diadopsi. Suami berakhir dengan beli sepatu kulit baru yang paling mahal diantara kami berempat. Tapi masih dibawah 300ribu sih, jadi itungannya masih murah ya kan? Saya cukup happy nenteng dua pasang sandal seharga total 90ribu aja. Sementara dua anak kecil itu dapat sepatu masing-masing cuma 30ribu aja dong πŸ˜€

Puas belanja dan cuci mata di Cibaduyut, perhentian selanjutnya ke… Paris Van Java.

Yeah, I know.. kesannya kok bosen banget ya mosok udah jauh-jauh ke Bandung mentoknya ke mal lagi. Barangkali ada yang belum tahu, di rooftop salah satu mal ter-heits se Bandung itu ada sarana rekreasi keluarga juga lho.

Lactasari Mini Farm, peternakan mini di PVJ ini kabarnya udah ada sejak Agustus 2011. Versi mininya dari peternakan aslinya di daerah Padalarang sana. Cukup dengan HTM 50ribu/anak yang langsung ditukar dengan sekeranjang sayuran dan sebotol susu, anak-anak bisa merasakan kasih makan hewan kayak kelinci, kambing dan domba. Pulangnya masih dapat free susu segar asli produksi mereka pula. Detailnya bisa baca di sini.

image

Lactasari Farm, Paris Van Java

Selain Mini Farm ini ada juga taman dan arena bermain ice skating. Alea sempat nyoba belajar ditemani pelatih selama setengah jam, dan setelahnya sempet nangis karena nyoba meluncur dan… jatuh. Hahaha. Kayaknya udah nggak sabaran pengen meluncur padahal belum bisa.

Kelar maksi dan take away penganan buat malam nanti, balik ke hotel deh dan ajak anak-anak berenang sore. Saya sempat kecele waktu liat ada snack corner di pinggir pool, kirain compliment taunya mbayar 10ribuan buat popcorn dan juicenya. Huahaha. Kamseu daaah..

*tutup muka pake jilbab*

image

Oya, besoknya sebelum check out anak-anak sempat main di so-called playground hotel yang rada seadanya, yang ada di samping lobby dan di dekat parkiran. Saya cukup waswas mikir kalo ada anak ngeluyur ke parkiran dan pas ada mobil lewat deh*parnoan*

image

Jadi, begitulah kami menghabiskan libur tahun baru. Semoga nggak peduli kemanapun kita pergi asal dengan kumpul sama-sama tanpa kurang suatu apapun juga kalian tetap happy yaa, Nak. Insya Allah next time bisa liburan lebih lama lagi dan ke tempat-tempat yang jauh lebih seru lagi yaa πŸ˜€

Bandung Getaway

Lagi-lagi postingan basi yang seharusnya ditulis berminggu-minggu lalu. Tapi biar deh ya, daripada enggak πŸ˜€

Akhir Juni lalu, saya dan anak-anak diajak suami yang lagi tugas ngaudit ke Bandung. Sebenarnya dalam rangka dia tour the west java juga 2 minggu sebelumnya muter ke Bandung, Cirebon, Tasik trus balik ke Bandung lagi buat closing report. Tadinya sempat ragu karena si bungsu baru aja sembuh dari campak, tapi hati sakaw perubahan suasana dan mikir kapan lagi bisa liburan di hotel gratisan, ya kan… jadi mantapin hati untuk ikut deh πŸ˜€ *nggak tau malu*

Jumat sore itu check in di Holiday Inn Bandung. Overall kamarnya cukup luas dan nyaman, ada tv kabel, mini fridge, teko untuk masak air panas. Breakfastnya juga enak dan variatif. Mau western atau asian food, banyak pilihan. Staffnya juga helpful dan ramah sekali. Dan… wifi di kamar kenceng! *super penting*

Happy suami bisa dapat hotel ini karena termasuk salah satu hotel favorit di list #BandungForKids versi @LiburanAnak karena ada playgroundnya. Sayang kemarin itu pas lagi direnovasi, jadi anak-anak sehari-hari selama hampir seminggu kami stay di sana itu cukup dihibur dengan mandi busa di bathtub pake air hangat. Nggak berani ngajakin renang di pool nya karena brrr.. dingin!

Besoknya, sekitar jam 10 pagi udah sampai di Floating Market Lembang. Tiket masuk ber 4 seharga 45ribu saja sudah termasuk parkir. Karcisnya bisa langsung ditukar welcome drink di depan, atau bisa juga di area tempat makan. Bisa pilih milo atau kopi nescafe panas, atau nestea dingin.

Oh iya yang unik di sini, sistem pembayarannya pakai koin yang segede koin karambol itu lho. Cuma sayangnya, kalo kita kebanyakan tukar uang, nggak bisa refund alias tukar lagi jadi uang 😦
Jadi mending tukar sedikit dulu aja, kalau kurang kan bisa tuker di beberapa kios penukaran uang di dalam.

Di dalam area FML, ada juga arena permainan/aktivitas buat anak dan keluarga. Anak-anak kecil bisa kasih makan angsa dan kelinci, petik strawberry. Ada juga sewa mobil-mobilan/skuter macam di mal ITC gitu. Yang gedean bisa main ATV, flying fox. Beberapa permainan baru dan rumah-rumahan diatas danau juga lagi dibangun, pasti nanti makin bagus deh.

Di area makan, baru deh tau kenapa dinamakan floating market, yaa karena pedagangnya semua jualan di atas perahu! Sementara pembeli cukup order dan transaksi dari darat yang sekaligus buat area makan. Dari ujung ke ujung wangi masakan menggoda buat dipesan.

Baru sempat order potato twist, niat luhur mau makan santai sambil liat danau sebelum rame jam makan siang, terganggu sama duo gadis yang terus merajuk minta naik perahu. Okelah, your wish is our command.

image

Kelar uji nyali naik perahu yg harga sewanya 70rb/30 menit (jujur selama itu saya parno banget takut perahunya terbalik, huahaha), akhirnya kami cuma keliling-keliling area FML. Alea sempat beli rumah-rumahan untuk keong, tapi nggak sama keongnya. Dia belum ngerti gimana konsep punya binatang piaraan kayaknya.

Hari Minggu nya, bangun agak siang dan agak malas pergi jauh-jauh, jadi rencana ke De Ranch atau Rumah Sosis dicoret. Kelar sarapan langsung ke Taman Lalu Lintas aja. Sengaja hari itu naik angkot biar makin seru.

Dan, ternyata taman ini tuh luaas ya!

HTM murah meriah hanya 6rb perak, aneka permainan pun mulai 4rb saja.
Anak happy, ortu lebih senang karena irit!
Cuma mungkin karena murah itulah, sayangnya banyak wahana permainan yang keliatan kurang terawat. Kereta api yang kami tumpangi sempet mogok beberapa kali, untung nggak sampe perlu ikutan dorong, haha πŸ˜€

Tapi bahagia ditengah gempuran mal dan FO, masih bisa nemu taman asri di tengah kota begini.
Semoga pemkot Bandung (juga kota-kota lainnya!) bisa konsisten menjaga dan merawat tempat-tempat hiburan keluarga berkonsep outdoor dan edukatif kayak gini yaa.

Jadi begitulah sedikit cerita liburan yang nggak bisa dibilang singkat juga karena total jendral 6 hari kami di Bandung, cuma di hari kerja seringnya keluar sore aja sekalian makan malam sepulang suami ngantor. Sempat ke beberapa FO juga sekadar memuaskan hasrat belanja, walau ujung-ujungnya tetap banyakkan buat 2 anak gadis itu. Sayang anak.. sayang anak..
Tapi yang paling bikin hepi tentunya Alika makin keliatan seger dan lahap makannya selama di sana. Berarti memang kudu sering-sering liburan nih, haha *modus*