Lunas!

Ini apdetan cerita pengalaman saya soal cicil LM di Pegadaian, yang setelah 6 bulan lamanya akhirnya LUNAS JUGA, sodara-sodara! 😀 *tumpengan*

Jadi apa abis ini saya mau mencicil lagi? Hmm… *icon mikir sambil garuk garuk dagu* mungkin sementara cukup dulu.

Eh ini bukannya mau mendiskreditkan Pegadaian atau bank/lembaga manapun yang bisa mencicil emas lho ya, semata-mata karena ada pertimbangan tersendiri.

Kan namanya juga sistem cicilan, yang paling jelas tentu karena ada selisih harga yang harus dibayar. Misalnya saat itu harga LM 10gr ada di 5,4 juta, karena ada margin, biaya admin dsb total yang harus dibayar jadi sekitar 5,7 juta.

Buat saya pribadi sebenarnya nggak terlalu masalah, karena LM yang saya cicil niatnya memang bukan untuk dijual dalam jangka waktu dekat. Tapi kalo memang niatnya untuk kebutuhan jangka pendek, uang selisih itu tentunya sangat pengaruh dong ya.
Jadi menurut saya sih, paling aman kalau minimal mau ‘balik modal’ harus sabar nunggu harga emas sampai ke harga 5,7 juta tadi. Dan dengan tren emas yang belakangan naik turun unpredictable begini entah bisa tercapai dalam waktu berapa lama 🙂

image

Tapi balik lagi (kalo kata mbak Ligwina Hananto) ke‘tujuan lo apa’, meski sebagian besar fin-plan nggak menyarankan cicil-mencicil emas begini karena besarnya margin yang harus dibayar tadi, menurut saya pribadi sih asal tujuannya supaya bisa bikin kita disiplin mencapai target (punya emas 50gr yang bisa jadi milik kita dalam waktu setahun, misalnya) dan punya (tambahan) aset likuid juga bukan untuk digunakan dalam kurun waktu kurang dari 2-3 tahun, ya kenapa nggak?

Nggak semua orang bisa konsisten ngumpulin dana untuk beli LM secara tunai, jadi metode cicilan seperti ini tentunya ngebantu banget. Karena meski harganya turun naik, investasi emas tetap tinggi peminat karena resiko kerugian termasuk rendah dan juga nggak kena pajak. Kenaikan nilai emas dibandingkan dengan rupiah tiap tahunnya selalu lebih tinggi dibandingkan kenaikan inflasi. Jadi buat orang kayak saya yang gampang tergiur jebol token/gesek atm tabungan, investasi emas bisa jadi pilihan utama biar nilai uang kita tetap aman.

Aah sekian celotehan sotoy saya, jadi intinya sih either mau beli tunai atau pake cicilan.. you choose what suit you best lah yaa 😀

Image dipinjam dari sini.

Get Financially Fit

Pernah diceritain sebelumnya kan, kalo saya menang kuis berupa financial check up gratis.

Ditangani langsung oleh mbak Yosephien (@phien13), CCO & Senior Advisor nya Ardana Consulting, kami dikasih sejumlah form untuk diisi berupa jumlah aset aktif maupun pasif yang dimiliki, juga cash flow bulanan. Langkah selanjutnya tinggal beliau menganalisa kondisi keuangan kami.

Dan ternyata hasilnya, ……tidak sehat, sodara-sodara 😀

Ya nggak heran sih, porsi investasi yang kami jalanin masih minim banget, sedangkan itu sangat penting mengingat biaya pendidikan yang makin mahal, kami harus memastikan dananya cukup sampai kuliah buat kedua anak. Juga dana darurat yang belum mencukupi kalau sekiranya terjadi hal-hal yang nggak diinginkan sama suami *amit-amit* sebagai pencari nafkah utama.

Prinsip ‘setiap anak ada rejekinya’ memang nggak sepenuhnya salah sih, tapi ya nggak lantas kita diem aja tanpa usaha dong? Ya masa mau nunggu uang kaget, atau dapet warisan raja arab gitu? Apalagi biaya pendidikan naik sekitar 15%-20% tiap tahunnya, jangan sampai kita sampai harus jual-jual tanah *kaya punya aja* atau *amit-amit* anak sampai mengubur impiannya untuk bisa nerusin sekolah. Sayang banget kan.

Setelah diskusi seru dengan suami, akhirnya kami sepakat minta bantuan dari team Ardana untuk membuatkan financial plan dari dua poin yang sangat penting diatas. Jujur nih mulanya kami kira memakai jasa financial planner itu mahal, ternyata di Ardana biayanya cukup reasonable dan terjangkau, lho! Ternyata ini merupakan bagian dari visi mereka juga untuk mengedukasi lebih banyak orang supaya mencapai keuangan yang lebih sehat. Oke banget ya 🙂

image

Our Financial Plan book 🙂

Dan Jumat 12 April 2013 kemarin, dalam waktu kurun waktu sekitar dua minggu saja, akhirnya financial book plan kami selesai juga. Janjian ketemu langsung dengan mbak Pipin di kantornya, beliau dengan senang hati menjawab segala concern dan pertanyaan kami (yang benar-benar awam) soal investasi. Seru dan benar-benar membuka mata.

Ibaratnya kalo kayak orang jalan nyari alamat, kami tuh langsung ditunjukkan arah yang benar buat sampai selamat di tujuan, lengkap sama GPS nya. Nggak usah pusing takut nyasar dan nanya-nanya lagi.

Tinggal semoga kami bisa 100% komit dan disiplin, dan mengurangi pengeluaran yang keliatan penting tapi gak penting supaya bisa fokus menuju financial goals kami.

Oh ya sedikit tips yang mau coba financial check up gratis, rajin-rajin mantengin timeline @MomsGuideID belakangan suka ada kuis atau #momtalk berhadiah financial check up. Atau ke blognya mbak pipin dan ikuti petunjuknya di sana.

Kalo ada yang berminat mau langsung bikin plan sama beliau, nanti saya kasih kontaknya siapa tau ada harga khusus 🙂

So, what are you waiting for? Let’s invest for (our children) better future 😉

Investasi Mulia

Tentunya udah pada familiar dong dengan yang namanya Logam Mulia, atau lebih beken dengan sebutan LM, sebagai salah satu instrumen investasi? Tren emas yang selalu naik banyak tiap tahunnya memang bikin logam mulia batangan ini jadi hits berat. Apalagi sifatnya cukup likuid, kalau butuh gampang di jual lagi atau cukup di gadaikan aja.

Dan ternyata sekarang ini yang namanya Pegadaian itu nggak cuma tempat untuk menggadaikan surat/perhiasan berharga, tapi bisa juga untuk beli tunai dan cicil LM, lho.

Nama layanan ini adalah MULIA (Murabahah Logam Mulia Untuk Investasi Abadi).

Asik banget ya, jadi ada alternatif pilihan untuk bisa punya LM selain beli tunai. Karena namanya hidup ya, kadang mau diniatin begitu punya uang, eh taunya ada kebutuhan mendadak jadi terpaksa dialihkan ke yang lain. Ditunggu-tunggu uangnya kok nggak cukup-cukup, sementara harga emas makin hari makin naik. *laah curcol mbak?* 😀

Nah, dengan investasi Mulia di Pegadaian ini, sekarang bisa angsur LM impian sesuai kemampuan, dengan pilihan masa angsur dari hitungan bulan sampe 3 tahun lamanya. Tinggal pilih juga mau emas yang 5 gram sampai 1 kilogram, semua bersertifikat resmi Antam.

image

Caranya juga gampang, cukup datang ke Pegadaian terdekat, baik konvensional atau Syariah. Saya kurang pasti juga, tapi kayaknya perhitungan cicilannya hampir sama. Cukup bawa KTP asli yang masih berlaku dan uang DP sebesar 25% dari harga LM per hari itu. Kalo bisa tanya-tanya dulu aja skema angsuran yang mau di ambil, tentunya sesuai kemampuan. Atau bisa juga contek di sini, simulasi kredit nya di update per hari. Sudah di cek dan confirmed sama persis dengan skema angsuran saya untuk pembelian LM per hari ini.

Oh ya, Pegadaian nggak bisa terima debit atau kartu kredit apalagi gesek KTP yah, jadi saran saya pastikan bawa uang cukup untuk DP nya daripada repot bolak-balik ke atm 😀

Selain DP, yang juga harus di bayar di muka juga ada biaya admin sebesar 50 ribu dan ongkos kirim 18 ribuan (untuk pecahan LM 10 gram), makin besar gram nya makin besar ongkirnya. Tapi jangan khawatir, masih lebih mahal harga kopi di Setarbuk kok. Di Pegadaian nggak dikenal istilah bunga, melainkan margin. Contohnya untuk 10 gram dengan pembiayaan 5,452,000 selama 6 bulan kena margin ‘cuma’ 327 ribuan, angsuran perbulannya cukup 723 ribuan. Lumayan kan 😀

Tanggal kita ajukan cicilan ini dijadikan tanggal jatuh tempo, tapi selama bulan belum ganti nggak akan di hitung over due. Misalnya jatuh tempo saya tiap tgl 1, tapi baru bisa bayar tgl 25 misalnya, selama masih di bulan yang sama, nggak apa-apa.

Prosesnya pun cepet kok. Setelah bayar DP dan tanda tangan akad, nggak sampai 10 menit kelar deh. LM aman di simpan Pegadaian sampai cicilan kita lunas. Enaknya lagi, skema cicilannya nggak mengikat. Mau perbesar DP supaya cicilan lebih kecil, bisa. Nanti dihitung ulang. Tiba-tiba dapat uang kaget dan langsung lunasin cicilan misalnya, bisa juga dan nggak akan kena denda. Karena mereka sudah ambil margin di awal.

Di beberapa pusat perbelanjaan tertentu, pegadaian sekarang juga buka di hari Sabtu dan Minggu, kalo nggak salah sampai jam 1 siang. Yang saya tau diantaranya ada di ITC BSD dan Poins Square. Bahkan katanya ada juga yang mengikuti jam operasional mal. Jadi buat yang nggak bisa ke Pegadaian di hari kerja, bisa shopping sambil cicil LM di mal. Huehehe.

Asik kan? 🙂